Persiapan Michelin untuk MotoGP 2018

Ban Michelin Moto GP 2018

Sepuluh hari lagi kejuaraan balap motor paling populer di dunia yaitu motogp akan segera dimulai, tepatnya tanggal 18 Maret 2018 di sirkuit Losail, Qatar. Terhitung sejak awal tahun 2018 masing-masing team motogp telah mengikuti 3 kali sesi tes pramusim yaitu Sepang Malaysia, Buriram Thailand, dan terakhir Losail Qatar pada awal Maret lalu. Dari 3 sesi tes pramusim tentu kita semua fokus pada bagaimana persiapan tim-tim motogp dan performa mesin baru mereka, namun disisi lain Michelin sebagai pemasok ban motogp tentu perlu kita lihat bagaimana persiapan mereka menghadapi musim 2018 ini, karena di motogp ban menjadi salah satu faktor kunci performa masing-masing tim.

Dilansir dari crash.net (08/03/2018)  manajer motorsport Michelin, Piero Taramasso mengatakan bahwa tahun ini Michelin tidak akan memperkenalkan desain ban baru ketika kejuaraan mulai bergulir, Michelin ingin menjaga stabilitas dan konsistensi mereka sebagai pemasok ban kelas utama motogp. 80% kompon yang akan digunakan pada 2018 sama dengan musim lalu, dan ada penambahan beberapa tipe yang telah divalidasi saat sesi tes pramusim.

Hal ini sangat berbeda jika mengingat 2 tahun lalu yaitu musim 2016, ketika itu Michelin melakukan pengembangan dengan sangat cepat untuk memberikan pilihan ban terbaik bagi pembalap, namun hasilnya malah banyak komplain dari para pembalap dimana mereka harus terus melakukan penyesuaian ban dengan gaya balap mereka, dan sulit menjaga konsistensi performa mereka.

Secara keseluruhan Michelin akan menyediakan 7 pilihan kompon untuk ban depan, dan 12 kompon untuk ban belakang selama musim 2018 ini. Tetapi ada 3 sirkuit yang menjadi perhatian bagi mereka yaitu Buriram yang baru pertama kali akan menyelenggarakan motogp, dan Silverstone serta Catalunya yang telah diaspal ulang. Untuk Buriram gambaran sudah diperoleh dari sesi tes pramusim, sedangkan untuk Silverstone akan ada agenda uji coba sebelum seri ini, namun untuk Catalunya sejauh ini tak ada rencana uji coba.

Tanpa adanya ban baru dimusim 2018 bukan berarti Michelin berhenti melakukan pengembangan, namun tahun 2018 ini mereka secara khusus akan mengalihkan perhatian pengembangan untuk musim 2019. Dengan pernyataan resmi dari Michelin ini tentunya masing-masing tim dapat mengambil strategi yang terbaik untuk setting-an motor dan bekerja secara efektif karena mereka punya data musim lalu yang dapat digunakan sebagai pedoman.

Namun disisi lain dari kacamata penonton dan pengamat, hal ini  juga dapat membuat kompetisi motogp menjadi kurang seru dan mudah ditebak siapa yang akan menjadi juara dari seri ke seri berikutnya. Kemungkinan akan minim kejutan yang terjadi seperti musim 2016 lalu dimana ada 9 pembalap yang pernah mencicipi podium utama. Bagaimana dampak nyata dari kebijakan Michelin ini tentu akan sama-sama kita saksikan pada musim 2018 ini.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *